Rabu, 02 Agustus 2017





Bola Pelangi- Kejadian tak mengenakkan menimpa salah satu personel boyband Smash, Dicky Muhammad Prasetya. Cowok 24 tahun tersebut dikabarkan babak belur setelah dikeroyok sejumlah orang tak dikenal.
AGEN BOLA
Kejadian nahas tersebut terungkap ketika Dicky kedapatan membuat laporan polisi terkait peristiwa penganiayaan yang dialaminya.
JUDI BOLA
Dalam laporan yang diterima Kepolisian Jakarta Selatan tersebut, Dicky mengaku dikeroyok oleh empat orang tak dikenal ketika dirinya berada di kawasan Mampang Prapatan, Jaksel.
BANDAR JUDI BOLA
"Pada hari sabtu (29/7) jam 03.00 WIB di Lobby City Plaza Wisma Mulia, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan telah terjadi tindak pidana pengeroyokan terhadap orang yang dilakukan oleh 4 orang laki-laki yang tidak saya kenal," bunyi laporan tersebut, seperti dilansir Bola Pelangi, Senin (31/7),
TARUHAN KASINO ONLINE
Akibat peristiwa tersebut, Dicky mengaku menderita sejumlah luka di bagian tubuhnya. Pelaku pengeroyokan tersebut juga ikut menganiaya asisten pribadinya.




"Saya mengalami luka memar pada bibir, dada, bahu kanan, dan kepala belakang. 4 orang laki-laki itu juga ikut memukuli asisten saya yang bernama Senli Noverdi dengan cara memukul sehingga menderita luka memar bagian mata sebelah kiri, hidung, bahu kanan, dan bahu kiri," lanjut laporan tersebut.
TARUHAN BOLA
Selain melakukan laporan, Dicky juga menceritakan kronologi yang ia alami tersebut lewat sebuah video singkat yang diunggah salah satu akun gosip.
JUDI BOLA
Menurut Dicky, pengeroyokan itu bermula ketika dirinya hendak pulang nongkrong bersama teman-temannya. Saat perjalanan pulang tersebut, Dicky melewati gerombolan cowok-cowok.
Namun ketika sedang berjalan, salah seorang cowok tak dikenal tersebut menahan Dicky sambil mengucapkan kata-kata yang bernada ejekan. Merasa tidak terima, sang asisten, Senli pun berusaha membela Dicky.
Namun sayangnya keadaan semakin runyam. Setelah adu mulut, seorang cowok tiba-tiba menendang Senli hingga tergeletak. Dicky sendiri diseret dan kemudian dipukuli hingga hampir tak sadarkan diri.
Beruntung seorang petugas keamanan berhasil mengamankan keduanya. Atas kejadian ini, Dicky langsung melakukan visum di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).


Selasa, 01 Agustus 2017




Bolapelangi - Jerman merupakan salah satu negara dengan kesibukan yang padat. Tak jarang kemacetan di jalan tak bisa dielakkan lagi. Dalam keseharian, transportasi yang kerap digunakan masyarakat adalah komuter. Pada jam-jam sibuk, komuter yang ada di Jerman menjadi penuh sesak. Kereta bawah tanah yang sesak tersebut menjadi pemandangan sehari-hari.
Kondisi seperti itu kerap dialami seorang pria bernama Benjamin David. Pria berusia 40 tahun ini terbiasa merasakan macet dan berdesakan dengan kendaraan umum. Namun demikian ia memutuskan untuk tak menggunakan komuter lagi.
Benjamin merasa malas untuk berdesakan dan memilih jalan pintas menuju ke kantornya. Ia pun memilih jalan yang membuatnya lebih nyaman. Pria bertempat tinggal di Munich ini lalu memilih untuk berenang melintasi Sungai Isar. Sungai Isar sendiri berada di tengah kawasan Munich, Jerman.

Dilansir dari Oddity Central, Selasa (1/8), Benjamin setiap hari melintasi sungai sejauh dua kilometer untuk menuju kantornya di kawasan Kulturstrand. Ia menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk berenang. Sesampainya di seberang sungai, Benjamin mengeringkan badannya dengan handuk kemudian mengenakan kaos dan menunggu teman kantornya datang dan lewat di sebuah kafe.


Setiap hari Benjamin membawa sebuah pelampung sekaligus tas tahan air yang bisa menampung bawaannya. Pakaian yang digunakan saat berenang menyesuaikan cuaca. Sebelum memutuskan untuk berenang, Benjamin tak lupa mengukur dan mengecek ketinggian, suhu air, dan kekuatan arus. Jika keadaan aman dan memungkinkan untuk berenang, ia pun berangkat ke kantor lewat sungai. Namun demikian, jika tidak memungkinkan Benjamin memilih menggunakan transportasi konvensional seperti rakit. Benjamin sendiri menjadi salah satu orang Munich yang menggunakan Sungai Isar untuk membantu perjalanannya ke kantor lebih lancar.
Aksi Benjamin ini banyak ditertawakan orang. Kebiasaan berenang ini juga membuat teman-temanya penasaran. Meski demikian, ia tetap besikukuh karena merasa lebih cepat dan dapat bersantai sejenak dibanding menggunakan transportasi umum.
"Lalu lintas yang ada di samping Sungai Isar sangatlah gila dan tidak menyenangkan. Ketika berenang, saya lebih cepat dan merasa lebih santai," pungkas Benjamin.

Unordered List

Sample Text

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget