
Tanggal 17 Agustus mendatang adalah hari yang spesial untuk Front Pembela Islam. Organisasi kemasyarakatan yang belakangan banyak menghiasi panggung demonstrasi di Jakarta itu akan berusia 19 tahun. FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 di Pondok Pesantren Al-Um, Ciputat, Tangerang, oleh para ulama dan habib.
Salah satunya Habib Rizieq Syihab, yang peran dan figurnya sangat sentral dalam perjalanan FPI hingga hari ini. Namun milad FPI tahun ini bakal dilewatkan tanpa kehadiran Rizieq, sang imam besar. Rizieq dipastikan batal pulang kampung dari Arab Saudi ke Petamburan, sebutan bagi markas FPI di Jalan Petamburan III Nomor 17, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Padahal acara akbar sudah disiapkan oleh pengurus DPP FPI untuk menyambut milad tersebut. Acara itu pun mereka kombinasikan dengan peringatan hari ulang tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang jatuh pada 17 Agustus. “Merawat Kebinekaan dalam Bingkai Syariah” adalah tema yang mereka usung.
Pada 19 Agustus mendatang itu, sejak dini hari FPI bakal menggelar serangkaian acara. Mulai salat tahajud berjemaah, salat subuh berjemaah, doa untuk Indonesia, pentas seni, hingga ceramah-ceramah agama, yang untuk sementara akan dipusatkan di GOR Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka mengundang para alumni “Aksi Bela Islam 212” untuk “memutihkan” Jakarta.
Sekretaris DPP FPI DKI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengakui ini pertama kalinya milad FPI tanpa Rizieq. Namun, menurut Novel, hal ini juga menjadi pelajaran berharga bagi FPI. “Tetap dilaksanakan (milad FPI) dan buat kita suatu pendidikan agar kita benar-benar bisa mandiri dan percaya diri untuk bisa menjadi kader FPI yang siap menjadi organisasi kader, bukan organisasi figur, dan itulah yang diharapkan oleh Habib Rizieq,” katanya kepada Bolapelangi.


0 komentar:
Posting Komentar