
Sesaat setelah pemerintah mengumumkan Perpu pembubaran ormas anti-Pancasila beredar berita tentang tanggapan Rizieq soal itu. Sebuah situs online memuat pernyataan Rizieq bila pemerintah membubarkan FPI dirinya tidak bermasalah. Dia akan mengganti kepanjangan FPI (Front Pembela Islam) menjadi Front Pencinta Islam atau front – front lainya.
Intinya Rizieq tidak akan menghentikan perjuangan yang sudah diinisiasi selama ini dengan FPI yang menyebabkan dirinya kabur ke Timur Tengah.
Meski belum ada keputusan resmi dari pemerintah bahwa FPI akan ikut dibubarkan, rupanya sang pemimpin besar sudah ancang-ancang dengan kendaraan baru. Kendaraan baru dengan sopir sama, mekanik sama dan penumpang yang sama.
Apakah benar pernyataan itu dari Rizieq atau bukan, sebab artikel yang dikemas dengan format wawancara tersebut tidak memberikan tulisan pengantar. Beberapa petinggi negara seperti dari Mendagri , Kepolisian, Ketua PBNU menyatakan FPI tidak anti-Pancasila, beda dengan HTI yang manifest-nya ingin mendirikan khilafah Indonesia.
Pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah, menuai pertanyaan soal eksistensi Front Pembela Islam (FPI) yang dikritik golongan yang tak simpatik pada FPI. Apa respons pemerintah soal ini?


0 komentar:
Posting Komentar